Tim Satuan Pengawasan Internal UIN SATU Tulungagung melaksanakan kegiatan peer reviu yang diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 21-23 Mei 2025. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui tolak ukur pengawasan internal di lingkungan Perguruan Tinggi.
Kedatangan SPI UIN SATU Tulungagung disambut langsung oleh Kepala SPI UNY bapak Dr. Abdullah Taman, M.Si., Ak. Selain itu terdapat juga Anggota SPI ibu Dr. Nur Arida Hendrawati, M.M. (Bid. Kepegawaian) dan ibu Ambarwati, S.Pd., S.E. (Bid. Kemahasiswaan). Dalam pertemuan tersebut, Bapak taman dan tim SPI UNY menjelaskan kepada kami mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sistem audit di sana dan juga tata kelola kelembagaan dan SDM SPI pada satker BLU. Bapak Taman menjelaskan bahwa tata kelola kelembagaan harus dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan. Hal ini mencakup pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas antar jajaran pimpinan, staf, dan unit kerja, sehingga setiap proses kerja dapat berjalan dengan terstruktur dan efisien. Selain itu, tata kelola yang baik harus menjunjung tinggi prinsip transparansi agar semua aktivitas dan kebijakan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Dalam diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan dan evaluasi sebagai bagian integral dari tata kelola kelembagaan. Pengawasan yang efektif membantu mengidentifikasi risiko, ketidaksesuaian, serta potensi penyimpangan, sehingga dapat diambil tindakan korektif secara tepat waktu. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur yang diterapkan masih relevan dan mendukung perubahan lingkungan serta kebutuhan organisasi.
Dalam kesempatan lain, dilakukan juga diskusi antara kedua belah pihak tentang manajemen risiko, baik dari tahapan manajemen risiko, strategi pengelolaan manajemen risiko, peran stakeholder, dan pementaan tantangan dalam manajemen risiko. Perlu diketahui, Bapak Taman adalah salah satu Ketua SPI yang bersertifikat CRMP (Certified Risk Management Profesional) yang terkenal sulit untuk didapatkan.
Bapak Taman berpendapat “agar manajemen risiko dapat berjalan efektif ada beberapa hal penting, diantaranya perlunya komunikasi yang baik antar anggota organisasi, pelatihan dan peningkatan kesadaran mengenai risiko, serta pemanfaatan teknologi dan alat bantu dalam pemantauan risiko secara berkelanjutan”. Dengan menerapkan manajemen risiko secara sistematis, organisasi akan lebih siap menghadapi ketidakpastian dan mampu mengelola risiko dengan cara yang lebih terencana dan terukur.
