Tim SPI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang terdiri Samsul Bakri, Eka Ratna Glis Purnamasari, Siti Kusnul Kotimah dan Taufiqurrohim mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 21 hingga 23 Mei 2025.
Acara kali ini diawali dengan: Sambutan selamat datang oleh dari Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. dan dilanjutkan Pembukaan Kegiatan secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. Selanjutnya Materi Kebijakan Penyelenggaraan SPIP Kementerian Agama oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas, S.H., M.H. Pada Pemaparannya beliau menekankan enam poin penting yang lebih diperhatikan oleh SPI di SPI PTKN yaitu pengaduan ke irjen berarti SPI belum maksimal, banyak masalah di kampus SPI juga belum maksimal, pengendalian Aset di kampus pihak ketiga, mitigasi risiko, BMN kontrak berkelanjutan untuk BLU bukan personal secara penggunaannya, dan belanja pegawai masih minus (dari BPK) nanti akan bersifat tertutup artinya tidak dibayarkan pemerintah.
Materi selanjutnya yaitu Overview Penyelenggaan SPIP Maturitas SPIP oleh tim BPKP Yogyakarta yang diwakili oleh Hary Eka Surjanta. Beliau menekankan penerapan SPIP diharapkan memberikan kesadaran bagi jajaran pimpinan tanggung jawab yang diembannya sarat akan risiko. Lebih Lanjut, Bapak Hary menjelaskan bahwa “SPI adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan”.
Sebagai informasi, ini juga merupakan pertama kali kewajiban pada setiap lembaga atau satker di Kementerian Agama dalam melaporkan SPIP dimana hanya beberapa lembaga dan Satker saja yang wajib untuk mengisi SPIP di tahun sebelumnya ketika dijadikan pilot project.

